Lompat ke konten utama
Positive Crave

Ketika salah satu lebih ingin daripada yang lain

Perbedaan keinginan itu biasa — yang membuatnya berat adalah tidak membicarakannya.

Hampir setiap pasangan pernah mengalaminya: satu orang lebih sering ingin, yang lain lebih jarang. Tidak ada yang salah di sini. Keinginan dipengaruhi kelelahan, stres, hormon, obat, bahkan musim. Yang sering salah adalah cara kita diam tentangnya.

Yang biasanya terjadi

A: Kamu capek lagi ya?

B: Iya… maaf.

A: Nggak apa-apa.

Tiga kalimat pendek, dan keduanya pergi tidur dengan perasaan yang berbeda. A merasa ditolak. B merasa bersalah. Tidak satu pun yang benar-benar dikatakan.

Versi yang lebih dekat

A: Aku kangen dekat sama kamu. Nggak harus malam ini.

B: Aku juga kangen. Cuma belakangan kepalaku penuh terus.

A: Mau aku pijat aja? Nggak lebih.

B: Mau. Itu kedengarannya enak banget.

Kedekatan tidak selalu harus berakhir di tempat yang sama. Memisahkan "ingin dekat" dari "ingin lebih" membuat keduanya lebih mudah dijawab.

Perhatikan bahwa A tidak meminta sesuatu yang spesifik, dan B tidak menolak kedekatannya — hanya menjelaskan kondisinya. Dari situ muncul pilihan ketiga yang cocok untuk keduanya.

Kalau sudah berlangsung lama

Bila perbedaan ini sudah berbulan-bulan dan terasa membebani, berbicara dengan konselor hubungan atau tenaga kesehatan bukan tanda kegagalan. Kadang ada penyebab medis yang sederhana untuk ditangani.