Menyepakati kata berhenti
Satu kata yang disepakati sebelum mulai membuat keduanya lebih berani — bukan lebih kaku.
Kata berhenti sering dianggap urusan pasangan yang "sudah jauh". Kenyataannya, kata berhenti paling berguna justru di awal: ketika semuanya masih baru dan tidak ada yang tahu persis bagaimana reaksinya sendiri.
Cara menyepakatinya
A: Kalau nanti kamu mau berhenti, bilangnya gimana?
B: Hmm… "jeruk"?
A: Jeruk. Oke. Dan kalau cuma mau pelan-pelan?
B: "Kuning" aja kali ya, kayak lampu lalu lintas.
Kata berhenti yang baik mudah diucapkan, tidak mungkin tertukar dengan ucapan lain, dan dihormati tanpa diminta penjelasan.
Yang terjadi setelah kata itu diucapkan
Berhenti — seketika, tanpa "sebentar lagi". Lalu tanyakan satu hal saja: "Kamu nggak apa-apa?" Bukan "kenapa?". Penjelasan boleh datang nanti, atau tidak sama sekali.
B: Jeruk.
A: Oke. Kamu nggak apa-apa?
B: Nggak apa-apa. Cuma tiba-tiba kerasa terlalu banyak.
A: Mau peluk aja?
Pasangan yang punya kata berhenti justru sering bercerita bahwa mereka jadi lebih berani mencoba. Karena keduanya tahu, jalan keluarnya selalu ada.